Kamis, 21 Agustus 2014

Bangku Kosong

‘’Karena bangku yang tersisa cuma di belakang , kamu silahkan duduk disitu saja.” Kata guru yang memperkenalkan murid baru itu.
Rio dengan spontan mengarahkan pandangannya ke bangku yang telah ditunjukkan gurunya, dan dia melihat seorang gadis pendiam yang akan menjadi teman sebangkuya. Rio lalu duduk di bangku itu dengan rasa canggung. Akhirnya Rio memberanikan diri untuk membuka pembicaraan , “Hai , kenapa dari tadi diam saja ? Aku Rio , nama kamu siapa ? “
Lalu gadis itu menengok ke arah Rio dan menjawab, “ Aku Putri .“
Hari demi hari , Rio merasakan keanehan pada orang disekitarnya. Teman –temannya seakan menjauh darinya , bahkan guru-gurunya pun sering menegur dirinya karena Rio banyak berbicara . Rio lalu berbicara pada Putri karena hanya dia yang ditegur.
“Itu hanya perasaanmu saja.” Kata Putri dengan nada tersinggung
“Oh .. Mungkin ya.” Kata Rio
Rio berpikir sejenak , dia juga merasa ada sesuatu yang aneh di dalam diri Putri . Putri yang selalu sendiri , teman-teman dan guru seakan tidak menyadari kehadiranya. Bahkan saat Rio datang paling pagi , Putri sudah duduk di bangkunya , dan ketika pulang Putri seakan lenyap begitu saja . Rio meyakinkan dirinya bahwa apa yang dikatakan Putri itu benar. Semuanya hanya perasaanya saja.
Tanpa terasa Rio menjadi nyaman selama duduk bersama Putri. Ia seperti mempunyai teman yang selalu mendengarkan saat ia butuh bercerita. “Apakah salah jika suka dengan teman sebangku sendiri ?”  Tanya Rio dalam hati.
Lalu ia merencanakan akan mengungkapkan perasaanya sepulang sekolah nanti. Saat bel telah berdentang, Rio segera mencegah Putri untuk keluar dari kelas.
“Tunggu sampai kelas kosong dulu. Ada sesuatu yang ingin aku katakan.” Ucap Rio
Putri hanya diam dan menatap Rio lalu ia berkata, “Tetapi sebelum itu, apa kamu mau membantuku?”
“Membantu apa?” Tanya Rio bingung.
“Ayo, ikut aku!” Ajak Putri.
Mereka berjalan menyusuri koridor belakang sekolah yang jarang dilewati murid-murid. Dan sampailah mereka di taman yang sudah terbengkalai. Pepohonan yang rimbun dan semak belukar memenuhi taman itu. Rio merasa bulu kuduknya meremang.
“Put, kita ngapain kesini?” Tanya Rio penasaran.
“Apa kamu bisa menggali tanah dibawah pohon itu?” Tanya Putri.
“Buat apa? Memang ada apaan sih?” Tanya Rio bngung.
“Tolong.” kata putri.
“Okelah, tunggu disini sebentar ya. Aku akan minta bantuan sama Pak Bon dulu.”
 Rio pun bergegas memanggil Pak Bon untuk menolongnya menggali tempat yang ditunjukkan putri “Tunggu sebentar disana ya, Rio. Bapak mau ambil cangkul dulu”.kata Pak Bon mengambil cangkulnya. Setelah memanggil Pak Bon, Rio langsung kembali ke taman tersebut dan tidak menemukan Putri dimanapun.
 “Kemana ya Putri tadi? Disuruh tunggu disini malah ilang gitu.” Kata Rio pada dirinya sendiri.
 Setelah menunggu beberapa saat, Pak Bon pun datang ke taman itu dan berkata,  “Bagaimana kamu bisa menemukan taman ini?”
“Wah, saya diberitau sama Putri, Pak. Sebenernya kalo taman ini dirawat mungkin bagus lho, Pak.” Kata Rio
“Putri siapa ya? Kok namanya familiar?”Tanya Pak Bon yang seperti pernah mendengar nama itu.
 “ Itu lho,  Pak, Putri yang bersama saya terus setiap hari. Sebenernya saya mau nembak dia, Pak, hari ini”  Kata Rio sambil nyengir. Lalu ia melanjutkan katanya, “Tapi saya malah diajak kesini, Pak. Trus katanya saya suruh menggali tanah yang ditunjukkan ini. Saya bilang saya mau cari Pak Bon dulu kamu tunggu disini. Eh, malah dia ngilang gitu aja.” Jelas Rio.
Karena tidak dapat menemukan Putri, Rio memutuskan untuk pulang dan berpamitan dengan Pak Bon. Setelah menggali tanah itu Pak Bon terkejut karena dia menemukan kerangka manusia. Pak Bon pun memanggil para guru yang masih ada di sekolah. Keesokan harinya berita itu langsung gempar. Rio tidak menemukan Putri lagi. Tetapi ia semalam bermimpi didatangi Putri yang terlihat berbeda dari biasanya. Dia terlihat cantik dan tidak pucat. Dalam mimpi ia berkata,  “Terima kasih ya Rio kamu telah membantuku. Maaf selama ini sudah membohongimu. Apa yang kamu sangka itu benar. Jangan lupa denganku ya.” Kataya sambil tersenyum.
Setelah ada informasi tentang siapa pemilik kerangka tersebut, Rio terkaget dan shock karena yang terpampang itu adalah wajah Putri, wanita yang dicintainya.

Selasa, 12 Agustus 2014

Ikatan masa lalu

Gadis itu duduk di taman yang telah membuatnya merasakan perasaan sakit hati terhadap seseorang yang amat disayanginya. Seakan membawa kembali kepingan-kepingan  kesedihan yang tergambar jelas di dalam pikirannya. Pikirannya menjadi terbang melayang di hari dimana seseorang itu meninggalkanya.
 "Apa kau masih mengingat akan janjimu dulu?" tanya seorang gadis yang duduk di bawah bangku pohon itu.
Seseorang yang lain yang diajaknya berbicara, berjalan mendekat ke arahnya dan menyandarkan tubuhnya ke bangku itu seraya berkata, "Ya, aku masih ingat akan janji itu."
Gadis itu memandangnya dengan tatapan sendu. Seakan menahan kesedihan yang mendalam.
"Kamu masih mengingatnya tetapi kamu mengingkarinya. Aku selalu menanti tanpa kunjung berharap suatu saat kamu mengirimkan kabar bagiku tetapi sama sekali tidak ada. Kamu tahu kan hal seperti itu bisa membuat kecewa seseorang?" kata gadis itu dengan berlinang air mata. Baginya ini terlalu menyesakkan dadanya, yang membuatnya ingin marah, kecewa, sekaligus rindu dengan pujaan hatinya itu.
"Maafkan aku." kata lelaki itu.
Dia lalu menggenggam tangan gadis itu dengan lembut. "Aku tahu permintaan maafku ini tidak akan bisa menghapus kesalahanku. Tapi aku ingin jujur sama kamu, kalau sekarang bukan kamu yang ada di hatiku. Waktu secara perlahan mengubah perasaanku."
Gadis itu lalu menangis pelan dan menutup sebagian wajahnya agar air matanya bisa berhenti.
"Mungkin ini yang terbaik untuk kita.Aku tidak berharap hubungan kita bisa kembali normal seperti teman karena aku tidak akan seegois itu. Suatu saat nanti pasti akan ada seseorang yang bakal jaga kamu dan tidak akan menyakiti kamu. Maafkan aku," katanya sambil menyeka air mata yang mengalir di wajah gadis itu.
Lalu lelaki itu beranjak pergi menjauh.

Jumat, 08 Agustus 2014

kupu - kupu kecil

Sosoknya yang mungil

Terbang meliuk diantara keindahan bunga 

Menghinggap di pucuk dahan 

 Dan warna-warni sayapmu

Seakan menghiasi pagi